Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2015

Masa Anak Hampir Punah

Masa Anak Hampir Punah
Masa anak adalah masa paling membahagiakan. Kata orang, masa anak ialah masa di mana masalah terberat hanya PR Matematika. Benar juga, soalnya saat itu anak tidak ditekankan dengan berbagai problematika yang paling sering dialami orang dewasa. Tepatnya, itu memang bukan urusan anak-anak. Tidak jarang, banyak dari kita yang ingin kembali ke masa itu atau paling tidak diperpanjang masanya.
Kebahagiaan anak-anak bisa dilihat saat mereka berlarian di taman bersama teman sebaya sambil sorak sorai ceria, bernyanyi dengan riang, lompat-lompat, main perosotan, jungkat jungkit, dan kegiatan mengasyikkan lainnya. Tidak ada beban yang membuat mereka tertekan. Anak-anak tidak perlu merasakan penatnya dunia.
Sayangnya, akibat perkembangan zaman, masa anak kian tergerus. Banyak anak yang seperti matang sebelum waktunya. Mereka cenderung berpikir berat seperti orang dewasa. Tidak menutup kemungkinan, PR Matematika bukan lagi satu-satunya masalah terberat bagi anak. Bahkan kini, mulai jarang kita lihat anak-anak berkumpul di taman, berlarian sorak sorai, bernyanyi, atau lainnya. Anak-anak lebih suka di rumah, nonton TV, atau asyik dengan gadget masing-masing.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2013, jumlah pekerja anak di sektor pertanian dan perkebunan mencapai 38,9 juta anak. Sementara jumlah pekerja di sektor konstruksi, dengan pekerjaan berat seperti pekerja bahan bangunan, mencapai 6,3 juta anak. Jumlah pekerja ini naik menjadi 7,2 juta pada Agustus 2014. Anak-anak juga banyak yang dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Selain permasalahan tersebut, anak-anak banyak mengalami konflik batin, seperti kekerasan fisik dan bahkan pelecehan seksual. Jadi, ini mengindikasikan bahwa dunia anak kian berat.
Lagu Anak Ikutan Punah
Masih ingat lagu “Lihat Kebunku”, "Balonku", "Burung Kakak Tua", atau "Pelangi-pelangi”? Liriknya yang sederhana membuat lagu anak masa itu dikenal hingga sekarang. Bukan cuma lirik, tapi makna yang terkandung di dalam setiap baitnya menjadi kunci tersendiri bagi anak.
Penyanyi anak-anak bermunculan. Bobby putra Muchsin Alatas dan Titik Sandhora, Chicha Koeswoyo sebagai contoh penyanyi anak-anak. Lalu generasi awal 90-an ada Ebiem Ngesti, Melissa yang terkenal dengan "Abang Tukang Basko". Menyusul di generasi akhir 90-an ada Enno Lerian, Leoni, Joshua, Trio Kwek Kwek dan lain-lain. Selanjutnya pada awal tahun 2000-an, kita kenal penyanyi anak seperti Tasya dan Sherina. Setelah itu, masa lagu anak pun redup.
Kini telinga anak-anak banyak diperdengarkan lagu-lagu yang dibawakan Noah, Ungu, Coboy Junior, atau Cherrybelle. Lagu tersebut memang begitu asyik didengar sehingga tidak jarang anak-anak mampu mengingat lirik per liriknya dengan cepat. Bukan masalah apa, tapi isi lagu yang kebanyakan tentang hubungan laki-laki dan perempuan yang seharusnya bukan komsumsi anak-anak.
Banyak penyanyi cilik bermunculan, tapi tetap saja lagu yang dibawakan lebih untuk dewasa. Untung saja, di awal tahun 2015, kemunculan Romaria bersama "Malu Sama Kucing"-nya yang begitu menggemaskan, dengan lirik yang sederhana namun dapat mewakili keceriaan anak untuk zaman sekarang. Tapi, jika kondisi yang kian memperihatinkan itu dengan produksi lagu anak kian menipis. Maka, tidak menutup kemungkinan, lagu anak pun akan segera punah.
Tontonan Anak Kok Begitu?
Jika dulu kita mengenal film "Joshua oh Joshua" atau "Petualangan Sherina", maka sekarang film dengan gaya percintaan masa kini menjadi tontonan paling populer. Banyak juga sinetron, salah satunya "Ganteng-Ganteng Serigala", yang ternyata menjadi konsumsi anak-anak, padahal alur ceritanya masih terlalu berat.
Film yang paling terkenal untuk anak, seperti "Laskar Pelangi" memang menjadi harapan besar bagi tontonan yang memang untuk anak. Namun, karena komsumsi anak pada film dengan banyak unsur percintaan bahkan kekerasan membuat psikologi anak juga semakin berkurang. Banyak anak zaman sekarang telah mengenal pacaran. Bahkan, ada beberapa kasus seksual yang menyerang anak. Ada juga yang dengan entengnya memperagakan tindakan kekerasan seperti yang ditonton di film-film. Jika ini diteruskan tanpa pengawasan ketat, maka masa anak benar-benar akan punah.
Permainan Semakin Canggih, Anak Semakin Ringkih
Masih ingatkah kalian dengan permainan waktu anak-anak? Petak umpet, kelereng, bekel, congklak, lompat tali, benteng, boi-boian, dan lain-lain. Permainan dengan biaya sedikit atau bahkan tanpa biaya, namun begitu edukatif bagi anak-anak. Namun sayang, permainan itu sudah jarang dimainkan dan tergusur dengan hadirnya PSP, Game Boy, atau iPad.
Permainan yang membutuhkan biaya tidak sedikit itu memang begitu mudah dan asyik untuk dimainkan, tidak jarang membuat lupa waktu. Namun, dampaknya bagi anak juga sangat besar. Anak-anak yang cenderung stay di rumah, dengan hanya memainkan jempol mereka, membuat anak menjadi antisosial karena hubungan dengan dunia luar juga kian berkurang. Selain itu, permainan tersebut dapat membuat anak menjadi pribadi pemalas, penyendiri, dan agresif.
Tren sepatu roda juga sedang menjangkiti anak-anak di kota Watampone dan beberapa kota lainnya. Banyak anak mengendarai sepatu roda di alun-alun, teras rumah, trotoar, bahkan di jalan raya. Tentu tren ini sedikit-banyaknya memberikan dampak yang luar biasa bagi anak. Postifnya, ini merupakan olahraga dan membuat anak lebih cekatan. Tapi, negatifnya, itu sangat berbahaya apalagi yang mengendarainya di jalan raya. Ada beberapa kejadian ketika saya berkendara di jalanan, tiba-tiba anak-anak melintas dengan sepatu rodanya, saya pun hampir menabrak, untungnya bisa menghindar. Jika kecelakaan itu sampai terjadi, siapa yang bakal disalahkan? Sebenarnya bagus, kalau diberikan arena yang mumpuni. Apalagi jika sudah dilatih sejak dini, maka akan memberikan prestasi yang memukau pada perlombaan yang biasa diadakan di luar. Jadi, tren itu tidak akan sia-sia.

Baiklah, kita tidak bisa menyalahkan zaman yang telah mengubah anak-anak. Apalagi harus memaksa anak zaman sekarang kembali ke zaman yang pernah kita hadapi dulu. Yang kita lakukan, terutama bagi orang tua, ialah memberikan pengawasan ketat dan perhatian yang lebih untuk tumbuh kembang anak. Lingkungan yang zona anak sehingga mampu mewadahi anak melewati masa tanpa beban yang berarti, agar masa anak tidak akan punah.

Minggu, 01 November 2015

Hidup Lebih Lama dengan Tidur Sedikit

Hidup Lebih Lama dengan Tidur Sedikit
Mengapa harus tidur? Ini sama saja dengan bertanya mengapa harus bernapas. Tidur adalah kegiatan paling mendasar bagi setiap makhluk hidup, ya, kecuali tumbuhan. Mengapa? Tumbuhan tidak memiliki otak dan ia tidak membutuhkan tidur. Tapi kita, sebagai makhluk berotak, tidur adalah pilihan yang tepat. Dengan tidur, bukan cuma tubuh yang beristirahat tapi otak juga akan melepas lelah setelah sepanjang hari berpikir tentang makanan, minuman, pekerjaan, pendidikan, bahkan anak orang.

Tahukah kamu? Belum, belum saya kasih tahu. Tidur bukan cuma untuk melepas lelah tapi tidur sudah jadi pola hidup atau kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Sama saja, pacaran bukan cuma untuk melepas status jomblo tapi sudah jadi adat istiadat yang mendarah daging. Makanya kalau tidak tidur, rasanya seperti tidak dengar kabar si dia dalam waktu seharian. Nyesek dan bikin mata merah.

Banyak yang berkata, entahlah kata siapa, agar tidur lebih maksimal maka diperlukan tidur selama delapan jam setiap hari. Jadi, silahkan hitung! Jika tidur di malam hari pada pukul 10 maka kemungkinan harus bangun adalah pada pukul 6. Jika itu ‘wajib’ dilakukan setiap hari. Loh, buat yang muslim shalatnya gimana dong? Buat yang pacaran, malming-nya gimana? Buat yang nikah, ah, kamu sudah tahu kan dia butuh apa.

Rupanya kata yang entah siapa itu salah besar. Tidur lebih sedikit, kira-kira enam jam itu lebih baik. Bahkan kata Pak Prof. Jim Horne, Director of the Sleep Research Centre, tidur lama mempercepat kematian. Seram. Keburu nggak bisa lamar dia. Sebaliknya, tidur yang lebih sedikit kemungkinan untuk hidup masih lama. Hal ini terjadi karena saat tidur agak lama, jantung akan kekuragan oksigen apalagi di malam hari.

Sebagai kisah, saat itu saya sangat lelah jadi saya memutuskan tidur pada siang hari pukul 10, tanpa diatur sebelumnya, rupanya saya bangun pada pukul 5.30 sore. Dada saya sangat sesak, kepala ikut pening, dan kehausan melanda. Hal terberat adalah saya tidak sempat angkat telepon kekasih karena ketiduran. Yah, saya jadi tidak mengerti mengapa setiap tidur sangat lama membuat dada dan kepala terasa diguncang gempa 7.5 SR. Pusing sekali. Ternyata oh ternyata, kebanyakan tidur adalah tersangkanya.

Selain resiko penyakit jantung, orang yang kebanyakan tidur maka akan membuat daya ingat otak semakin lemah. Tidak mau kan jadi kena block sama si dia karena lupa tanggal jadian, lupa tanggal pertama kali kencan, atau lupa kalau dia pacar kamu. Hahaha.

Tidak heran, mengapa Allah dalam dalam firmannya yang suci menyuruh kita untuk tidur sedikit dan bangun pada waktu malam untuk shalat atau berdoa. Bahkan Rasulullah, pada setiap pagi sebelum matahari terbit dia sudah terbangun sembari khusyuk merapalkan dzikir. Subhanallah, tulisan ini jadi lebih religius. Tapi, bukan itu saja. Tidur sedikit dan bangun di pagi hari akan menguatkan jantung. Jadi debaran jantung saat dekat sama si dia akan lebih terasa. Loh, kok malah balik bahas dia lagi?

Eh, tapi jangan salah paham dulu. Tidur sedikit bukan berarti kurang tidur. Soalnya kurang tidur juga membawa dampak buruk bagi kesehatan. Imsomnia misalnya, kekurangan tidur jadi sering berhalusinasi yang tidak-tidak. Awas, kalau sekarang lagi halusinasi buruk. Selain itu, emosi jadi akan meluap-luap, sistem kekebalan tubuh menurun, nyeri otot, otak malah melemah, dan dampak buruk lainnya.

Jadi, tidur ya sewajarnya saja. Tidak lama dan tidak kurang. Kira-kira tidur selama 6 jam itu sudah lebih baik. Terus biasakan bangun tengah malam biar bisa sekalian berdoa untuk kelangsungan hubungan kalian berdua. Hahaha. Selamat tidur! Eh.

Selasa, 13 Mei 2014

Cari Teman Harus Hati-hati

“Jangan berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu dibelakang hari”
( Imam Ghozali)

Satu teman akan lebih baik dari seribu musuh. Nah, pastinya kalian akan senantiasa mencari teman, atau dengan kata lain memperbanyak teman. Semakin banyak teman akan semakin nikmat kehidupan kita.
Terkadang kita menjadikan teman itu layaknya keluarga. Selalu menemani kita, dengar curahan hati kita, atau cerita soal pasangan, mantan, dan mantannya mantan, eh. Kita tak pernah sungkan untuk berbagi apapun kepada teman.
Kita jalan bareng, hang out. Sampai bentuk geng segala. Semuanya bersama teman. Diputusin, curhat sama teman. Dapat hadiah nomplok, bagi sama teman. Pokoknya semua sama teman.
Lantas, pernah ngga kalian ngerasain saat butuh teman, tapi ia malah menghilang? Mereka seakan ditelan bumi, menyusup ke angkasa, atau bahkan sembunyi ke segitiga bermuda. Rasanya nyesek sekali.
Apalagi saat kehidupan kita sudah mulai melarat. Kantong tipis, teman pun menipis, tak lagi digubris. Hmhm, hati-hati loh sama teman kayak gituan. Itu tandanya, kita siap-siap untuk dialihkan.
Lebih parah lagi kalau kesehatan kita juga sudah mulai berkurang. Penyakit menggorogoti seluruh badan. Kita lemah.
Dia (teman) tak datang?
Ya Allah! Teman macam apaan, tuh?
Saat-saat seperti itu adalah saat di mana kita butuh support, saat kita ingin seseorang datang sekadar memberikan senyuman namun mampu menyejukkan hati kita. Nah, yang kita butuhkan memang keluarga. Tapi, terkadang malah teman yang kita cari. Kita senantiasa menanti langkah kaki mereka datang membesuk kita.
Maka dari itu Guys, cari teman sih cari teman. Namun, harus tahu dulu apakah teman itu baik untuk kita. Apakah dia hanya ada di saat kita sedang suka, kaya, ataupun sehat? Ataukah mereka malah menjauh saat kita menderita?
Teman yang baik adalah teman yang akan menerima kita apa adanya. Seperti kata-kata Imam Ghozali di atas tadi, bahwa teman yang hanya ada di saat bahagia dan menghilang saat sedih, itu akan sangat berbahaya di belakang hari.
Bisa jadi, dia akan menjadi musuh di balik selimut tebal yang selama ini kita kenakan.

So Guys, berhati-hatilah!

Senin, 05 Mei 2014

Aku Tak Punya Teman

Aku Tak Punya Teman

Teman? Siapa sih teman itu? Apakah dia sejenis tumbuhan merambat? Seekor hewan? Atau makhluk tak kasat mata?
Entahlah. Yang jelas, aku tak punya teman.

Dalam dunia yang selama ini kujalani, aku tak pernah punya teman. Kalau pun punya, aku tak ingat kapan. Tiap hari kujalani dengan indah, tanpa teman. Tanpa iming-iming teman. Pokoknya, aku tak punya teman.

Aku pernah bertemu dengan seseorang. Katanya sih dia teman. Ah, yang benar teman seperti dia? Lagaknya agak aneh, menyedihkan. Ditatap dengan sebelah mata pun tetap memilukan. Ada lagi, dia juga pernah bilang kalau dia adalah teman. Masih tak percaya, rupanya teman seperti dia. Tiap hari sembunyi di balik kata-kata. Mengendap perlahan, mencuat perlahan, bahkan menusuk perlahan. Terasa mengerikan. Ataukah teman memang mengerikan? Ah, aku masih tak punya teman.

Dulu. Dulu sekali. Setiap hari, ada yang mengaku teman, lalu pergi begitu saja. Apa memang teman begitu? Menakutkan. Sudah seperti nyamuk yang menghisap darah, lalu pergi membekas luka bahkan perih. Oh, teman. Apa memang kau seperti nyamuk?

Masih soal teman. Atau orang-orang yang mengaku teman. Beberapa waktu yang lalu, ada pula yang mengaku teman. Kini masih bisa dipercaya. Setelah waktu berjalan menuju bulan. Dia malah mendengus. Kotoran berkoar di mana-mana. Hampir seperti kerbau, sapi, atau bahkan kuda. Kotoran dibuang begitu saja, tanpa malu. Bahkan sering memberi kotoran. Apa memang teman seperti itu. Kalau begitu, mending memang tak punya teman.

Hmhm, teman. Teman. Seperti apa sih wujud kau? Masih ada lagi yang mengaku teman. Aku terpaksa percaya biar tahu jelas apa itu teman. Dia memberiku manisan. Banyak sekali. Eh, malah dia juga memberiku cabai. Bahkan lebih banyak. Apa teman tak konsisten? Atau memang teman rupanya seperti itu? Ah, benar-benar tak mau punya teman. Membuat dilema.

Sekali lagi, seseorang datang di saat aku sedang bahagia. Katanya sihdia teman. Kami berpesta bersama. Merayakan indahnya dunia. Lalu, suatu ketika. Aku sakit. Aku terluka. Dia tak datang. Katanya sih lagi sibuk. Lanjutnya, lagi acara keluarga. Eh, teman ke mana dirimu? Apakah teman memang seperti kau? Ihh, tak butuh teman kalau kalau teman kayak kau.

Cukup! Aku bilang aku tak punya teman. Jadi, jangan suka ngaku teman malah bukan teman.

Baiklah terakhir, beberapa hari yang lalu. Seseorang datang saat aku sedang bahagia karena nilai ujian memuaskan. Dia berkata dengan sopan dan halus. "Selamat, aku ikut bahagia melihat kau bahagia." Lalu, beberapa hari kemudian. Dia kembali datang tapi dalam kondisi berbeda. Aku terluka dalam hati. Bahkan air mataku tak lagi menetes saat itu karena jeritan hati lebih kuat. Dia berkata, "Tak perlu sedih, kau tak sendiri. Aku di sini."

Aku lalu bertanya, "Kau adalah teman?". Dia tersenyum lalu bergumam, "Aku bukan teman. Aku adalah sahabat."

Akhirnya aku tahu, aku tak butuh teman tapi aku butuh sahabat.


Watampone, 21:17. 05-05-14
Justang Zealotous

Rabu, 16 April 2014

Talking about Mencintai and Dicintai

Why gotta be like this? Why doesn’t she know me? Why is she like that?

Pertanyaan itu terus berdesir di otakku. Terngiang sebelum tidur. Tercipta saat termenung.

I know, it’s really harder than I think. See her in his arms. They gripped one another. It hurts me deeply.

Jika itu terjadi setiap saat. Ketika aku menatap mereka dalam satu mata. Saling merengkuh dalam senyuman termanis. Itu lebih dari sekadar membunuhku secara langsung.

But, everything’s been different. If we think love is not forced. Bullshit! Love is defended. Our love in the hand of Allah. But if you don’t try to get after. Just welcome to aloneness.

Namun sungguhlah berbeda. Cinta yang selama ini terangkai indah dalam pikiranku bukanlah cinta yang harus didapatkan, dimiliki, hingga berkorban jutaan cara untuk memperolehnya. Cinta itu murni. Cinta itu alami. Cinta itu datang saat kau merasakannya, bukan saat kau mendapatkannya.

Don’t shoot her if you don’t want to get suffer from a lost. Perhaps, after saying love you and someone will get ‘courtship’. During your love still in blossom but inch by inch, you’ll think love is gone out. You and someone have been in another heart. No contact. No sight. No affection. All of them are lost.

Walaupun demikian, sebagai manusia biasa yang mengenal akan indahnya masa percintaan. Kita akan tetap berharap bahwa cinta itu menjadi milik kita. Memberikan kita hidup dan semangat juang yang tinggi. Namun harus tetap diingat, dicatat, dan ditulis besar-besar dalam otak kita. Jika kita siap untuk mencintai seseorang, maka kita juga harus siap kehilangannya.


Well, the choice is in your hand. Your life is yours. If you haven’t already yet, don’t try to love someone. 

Jumat, 14 Februari 2014

Takdir Tuhan itu Selalu Indah

Takdir Tuhan itu Selalu Indah



Hanya sebuah lika-liku kehidupan
Saat mentari mulai redup dan purnama seakan tak merekah lebar
Setiap manusia pernah mengalami posisi yang mana hati tergoncang kuat, ketika asa-asa itu hanya jadi harapan semata. Ketika lelah, letih, dan jemunya jiwa menggerogoti.

Hanya sebuah penyedap, perasa, atau apalah
Deretan pedih yang tercipta di setiap perjalanan kehidupan itu tak ayalnya sebuah pelengkap. Jeritan, pekikan, tangis, hanya bumbu.

Taman akan tampak membosakan ketika hanya berisi bunga yang melingkupinya, tanpa pengusik layaknya kumbang atau kupu-kupu. Laut akan sepi jika hanya kumpulan air asin atau ombak menggulung, tanpa karang atau makhluk pengusik lainnya.

Hidup pun seperti itu, masalah hanya bumbu kehidupan dari sekian juta pengusik hidup. Akan sangat menjemukan jika tanpa masalah, tanpa beban hidup. Tak ada warna di setiap sisi jika hanya berisi kebahagiaan dan kemudahan.

Tapi...
Dari masalah itu kita menemukan indahnya kehidupan, saat di mana kita akan sadar bahwa dunia itu bukan milik kita.

Saat masalah datang...
Hadapi, nikmati, dan bersabar karena aku yakin, "TAKDIR TUHAN itu SELALU INDAH"

Justang Zealotous
(self-motivator)

Sabtu, 01 Juni 2013

There is not Reason, Why Do I Still Love You?

There is not Reason, Why Do I Still Love You Hi my princess?
How are you today?
I'm only want to say, I hope you can be healthy...

Sometimes you listen that I love you.. why?
Why do I LOVE YOU?
You're beautiful? No!
You're rich? Of course, No!
You're kind? No!

As a matter of fact, I don't know
why do I LOVE YOU?

That feeling love is only in my heart but i never want to know, why it been there? I want to ask someone but I think that it is not important. I just want to give you reason why it been there? Maybe it wants? maybe it likes? or maybe it cares? whatever you say... :-P

Whenever, I  always smile for you, you're always respond my smile. I'm smiling and you're seeing me? Is it love? I don't know. Now, It's time to take your achievement (not important :D)

Well, I have came to your home and look you with another man. I'm jealous. Do I don't love you? No! I'm like that because I do love you but is it love when you with him and like "something". I think, you can guess it what I mean?  Once again, is it answer for your question? why do I LOVE YOU? just guess it because I don't know.

I gave you some flowers when Valentine Day. I gave you some gifts when your birthday. I gave you surprised in special day. I asked you for dinner, breakfast, lunch, and whatever. Is it love? I don't know

I always care you when you not feeling fresh, I always attend when you need me. I always come to see your condition. I always try to make you happy when you feel sad. I always wipe your tears when you cry. I never forgot to pick you when you want to go something place. Is it love? I don't know

Saturday night. Whats going on with this night? I think, you know it. This night is a special night for someone who wants to hanging out with their girlfriend/boyfriend. Don't kiss your monitor :D. I'm like the other. I went to some places, like flower park? special restaurant? special cafe (it's same)? beach (you have to think about this)? or another place. Is it love? I don't know

I have written some sentences but there are not special quotes for answer your question. Why do I LOVE YOU? There is an answer. That is "I don't know". What did you mean? Thinking?

I have asked someone but they were only nodded. Not important.

Alright. It seem that. It is true. It is real. I just want to say "THERE IS NOT REASON FOR EXPLAIN WHY DO I LOVE YOU?" I Love You because that is our fate.

Kamis, 28 Maret 2013

Sehat itu Pikiran

Menjadi sehat, kuat dan pintar adalah sebuah impian. Kita tak bisa beraktifitas dengan sempurna jika kesehatan kita terganggu. Sakit itu tidak enak tau!

Sehat itu Pikiran

Aku pernah baca sebuah artikel tentang mengatur pola hidup sehat, katanya:

Makan makanan yang bergizi dengan porsi yang teratur. Akhir-akhir ini, mengingat aku pernah sakit parah dan tidak pernah makan (sebenarnya sudah tidak mau ungkit lagi), akhirnya sekarang kulampiaskan sama yang namanya makanan. Sekarang aku makan 4-5 kali sehari. What? Tidak usah heran, biasa aja. Betul sekali bahwa aku memang makan seperti itu, yang aku sayangkan adalah buah yang bergizi masih jarang di rumahku jadi belum ada yang menjadi penyeimbang porsi makan aku. Ingat yah, sebenarnya yang paling dianjurkan adalah 3 kali sehari. Tapi…sekarang aku lagi doyan, jadi tidak masalah ya.. hehehehehe.

Selanjutnya, olahraga teratur. Dulu, aku paling malas bahkan sama sekali tidak pernah olahraga. Mengapa? Malas aja. Mau di bilang ada waktu, banyak banget tapi setiap mau olahraga pasti dipikiranku “akhh, lagi malas”. Nah, sekarang waktunya kata-kata itu mulai aku tutup dan simpan di dalam sebuah kardus terus aku jual (Stop! Bercandanya nanti dulu, sekarang lagi serius). Setiap pagi kuluangkan sedikit waktuku untuk olahraga kecil, kecil banget, yaitu dengan senam, push up, sit up, lari di tempat, dan berbagai olahraga kecil lainnya. Hal ini aku maksudkan biar tidak cepat kelelahan dan kondisi badan terus terjaga.

Selain itu, tidak bedagang, ekhh begadang maksudnya. Ini cukup susah bagiku karena malam adalah salah satu yang bisa aku lakukan untuk menghabiskan waktu di rumah. Soalnya kalau pagi sampai sore aku jarang di rumah, palingan untuk makan doang. Tapi, karena ingin sehat jadi aku berusaha untuk tidak begadang. Aku tidur sekitar jam 10 malam, setelah ngutak ngatik laptop dan nonton TV aku mulai terlelap. Tidak mendengkur kok, hehehhehe.

Mungkin masih banyak lagi cara mengatur pola hidup sehat, tapi satu yang penting yaitu pikiran alias “stres”. Ini sangat susah bagi aku, ingin sehat tapi pikirannya sangat bertubrukan. Aku sering galau. Pikiran sering tidak karuan. Jadi, bagaimana dong? Tips yang paling mujarab adalah sering nonton komedi. Kenapa harus komedi? Betul, karena dengan begitu kita akan sering ketawa sehingga bisa membuat pikiran kita menjadi tenang dan tidak ‘stres’ lagi. horeeeeee.

Cukup sudah mengatur pola hidup sehat. Semoga aku, kamu, dia, mereka dan kita semua bisa terus sehat dan kuat. Karena ingat “Sehat itu Pikiran”. Jika kamu terus berfikir yang sehat maka sehat juga ada padamu tapi kalau pikiranmu sudah sakit, maaf saja sakit kan segera mendekatimu.

Well, keep your health. Your health is your soul…..

Jumat, 22 Maret 2013

My Name is My Lucky

Have you ever heard, there are a people say that “what is the meaning of a name?”
I think, without your name, how do your friends or the other people call you?
Should they call you with the code only, like “hey, woyy, hello, or another”?
Aren’t you confused? They call you or the other people.
So… Name is really important for me, for you and for all people. It can be a tool for people to know you first, exactly.

My name is my lucky


About name. Wait….!!! Many people feel shy, gloomy. Why? Because their name. What happen with their name? yapzt…. Sometime, many people have name (I'm really sorry) like not cool, tacky and it makes a lot of people change their name with a cool name. Hmmhmhmh, OH MY GOD! What are you doing my bro and sis? Why are you shy? I have name like that, I mean like not cool. Do you believe? My name is JUSTANG. Eyuuhhh, Not cool yeah. But, I feel proud of my name, I get my name from my parents. Actually, I don’t know why my parent gave a name for me like that, I've asked them about the meaning of my name but they don’t know too, hahahha   I don’t care with that. The most important, I have a name and I feel lucky with my name. why do I say “I feel lucky” ? yah, I can be the best with my name and never been a problem with my name. there are not people feel disturb with my name. So, what’s problem? And for what I change my name? and you know, so many people can be succes althought their name not cool but I think, all name is cool. Depend on people think it.

The last. You must thank God with your name because your name is your lucky. THANK YOU, yuuhhuuu…..